web counters
Mindfulness

Menyadari Diri, Hadir Penuh Secara Utuh, Pada Hari ini, Saat ini dan Kini…

Sedikit cerita, beberapa minggu kemarin saya berencana ingin membuat ebook yang mana tema besar dalam ebook tersebut membahas soal self awareness. Mengenal diri sendiri. Saat proses penulisan naskah saya mencari sebuah literasi yang relevan dengan tema yang aku angkat. Harapan saya, dalam ebook tersebut pembaca bisa mendapatkan manfaat yang lebih dan menyadari dirinya sendiri.

Sampai, disuatu titik saya ketemu dengan konten-kontennya Mas Adji Santosoputro yang relevan apa yang sedang aku cari saat ini. Saya belajar dari beliau, dari konten-konten yang di share. Beli bukunya beliau sampai ikut kelas zoomnya beliau. Hal ini sebagai bahan literasi dan pengembangan, hal yang perlu aku masukan dalam ebookku nantinya.

Sebenarnya bukan cuma soal ebook, namun dari sini saya juga belajar untuk lebih mengenal diri sendiri secara seutuhnya. Apa lagi ada tekniks soal mindfulness dan meditasi, wah ini keren banget ternyata. Dan efeknya pada mental emosional lebih terkontrol dan tenang.

Oke, untuk selanjutnya langsung baca di bawah ini ya, untuk kita belajar bersama-sama mengenal dan menyelam diri secara seutuhnya.

Sadar nggak sih selama ini, kita ini bener-bener hadir dalam kehidupan kita yang sebenarnya, atau Malah sebaliknya?

Hadir baik pikiran, batin dan jiwa. Benar-benar merasakan apa yang kita lakukan saat ini, hari ini, dan kini?

Atau kita sering lari di kehidupan masa lalu, yang begitu kelam dan sangat pahit?

Atau sering kali hadir dengan rasa kesal, kecewa dan galau tentang keadaan?

Atau mungkin, terlalu sering mengkhawatirkan kehidupan masa depan yang masih misteri?

Sebuah pertanyaan diatas adalah hal yang sederhana untuk menyatakan diri kita ini, sebenarnya posisi kita ini di mana?
Pertanyaan yang membawa kita untuk mulai jujur pada diri sendiri tentang kondisi kita sebenarnya saat ini?

Karena, ini fundamental sekali tentang diri kita ini. Bisa benar-benar merasakan kebahagian yang sesungguhnya, bukan cuman pura-pura. Hadir penuh secara utuh di kehidupan saat ini.

Pepatah mengatakan “bahagia itu sederhana…”

Bahagia mempunyai berbagai makna, dan definisi yang berbeda-beda. Seiring dari pengalaman dan keilmuan yang manusia alami. Nggak percaya coba deh kamu tanyakan 5 orang terdekat kamu tentang arti kebahagian? Pasti jawabannya berbeda-beda.

Sejenak kita coba mengamati, fakta di masyarakat atau di sekitar kita, mereka yang memiliki kondisi perekonomian yang sederhana sering kali, juga merasa mengeluh. Berkeluh kesah dengan kehidupan dan problematikanya.

Namun, ada juga masyarakat yang ekonominya pas-pasan mereka benar-benar bahagia dan menikmati dengan penuh kehidupannya. Dari pada orang yang sudah kaya raya dan memiliki banyak fasilitas. Fenomena ini saya dapatkan ketika saya berada di desa terpencil yang berada di madiun. Kisah cerita saya lebih lengkap bisa kamu baca disini, Jeladri, Desa Terpencil Di sebelah Timur Madiun, Sejarah dan Panorama Alam yang Mempesona

Pemaparan saya diatas tersebut juga bukan menjadi patokan. Bahwa orang yang kaya raya dan memiliki banyak fasilitas mereka tidak bahagia. Malah, sebaliknya mereka juga bisa menikmati kehidupan yang sebenarnya, dengan harta yang melimpah, dan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Banyak orang kaya yang memiliki aura bahagia yang gede banget. Seakan pancaran dalam wajahnya itu, happiness. Pasti kamu pernah bertemu orangnya dan merasakan apa yang aku jelaskan ini.

Kembali lagi dengan pepatah, “bahagia itu sederhana?”

Nah bahagia sederhana itu yang bagaimana?

Tanpa menyadari posisi kita ini dimana, menyadari kondisi diri kita ini bagaimana. Kebahagian akan menjadi semu, tak akan terwujudkan dalam kehidupannya. Sering galau, susah, suka marah, terlalu tergesa-gesa, overthinking, dll. Ini adalah beberapa kasus yang sering kita alami di kehidupan. Karena dia belum menyadari secara utuh tentang diri sendiri ini, fenomenanya jarang sekali orang yang menyadari akan hal ini. Benar-benar kita menikmati secara utuh pada hari ini, saat ini dan kini.

Pasalnya, kadang kita ini sering merasa sulit untuk melepaskan dan merelakan masa lalu?
Terlalu berat untuk memaafkan kesalahan seseorang?
Sering kali emosional kita tak terkontrol, mudah marah dan begitu lemah untuk bersabar?
Atau pikiran yang berlebihan akan masa depan?

Pemikiran dan case-case tersebut akan sangat mengganggu rasa kenikmatan di kehidupan kita saat ini. Meskipun, sudah berusaha melupakan namun tetap saja akan mengganggu. Kita, sering kali mendengar istilah untuk selalu mensyukuri keadaan. Namun, ini hanya menjadi oase semata yang belum bisa direalisasikan di kehidupan.

Alasan saya membuat konten ini karena. Akhir-akhir ini saya belajar banyak tentang kesadaran diri, menyadari posisi kita sekarang ini berada di mana. Yang ini bisa membuat kita semakin mengetahui, tentang jati diri kita sendiri. Dalam perenungan yang dalam baik pikiran, hati dan jiwa.

Hal ini bisa kita lakukan, kalau sejenak kita menyempatkan waktu luang dalam kehidupan kita untuk hening, mengosongkan pikiran, hati dan jiwa, dari berbagai problematika kehidupan. Kita sejenak untuk menetralkan diri dan merasakan bahwa kita ini berada pada saat ini. Melakukan meditasi cuman 5 menit sehari untuk merasakan relaksasi kehidupan, menikmati hembusan keluar masuknya nafas dari hidung, dan mendengarkan detak jantung kita. Cara ini membuat emosional kita menjadi lebih terkontrol dan damai.

Inilah yang saya lakukan beberapa minggu terakhir, membuat cara pandang dan sikap saya di kehidupan menjadi lebih berbeda. Menghadapi lebih tenang, lebih santai dan tidak terlalu berambisi. Evaluasi dan perbaikan pekerjaan pun bisa saya lakukan dengan cepat, meskipun ritme agak menurun tapi kualitas dari pekerjaan bisa dibilang jauh lebih meningkat dari pada sebelumnya.

Saya berpikir bahwa, kehidupan kita ini perlu namanya keseimbangan.

Hidup bukan soal mengejar dan mengikuti keramain yang riuh, namun juga perlu diam dan hening sesaat.

Hidup tak melulu soal ambisi untuk mengejar impian yang harus bisa tercapai. Tergesa-gesa melakukan suatu nal, namun terkadang kita juga perlu untuk bersabar.

Hidup bukan soal selalu mempertahankan sesuatu, menggenggam erat apa yang sudah dimiliki, namun kita juga dituntut untuk belajar melepaskan dan merelakan.

Hidup akan terasa melelahkan jika terlalu berharap dan berusaha untuk meraih. Namun kita perlu sadar diri bahwa perlu penerimaan dengan segala hal yang sudah ada dengan cara bersyukur yang sesungguhnya.

Hidup bukan hanya soal penerapan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik. Tapi, kita juga perlu merayakan kehidupan ini, saat ini dan kini.

Jadi, setelah membaca artikel saya, sekarang posisi Anda lagi dimana???

Sekian dari saya, terima kasih sudah membaca sampai habis, sukses untuk Anda semua dan see you to the top…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *