“Kapan menikah?” “Kapan punya anak?” “Kapan beli rumah?” “Kapan beli mobil?” “Kapan nambah anak lagi?” Pertanyaan-pertanyaan ini rasanya sudah sangat akrab di telinga kita. Seolah menjadi tradisi tidak tertulis setiap kali Lebaran tiba—hadir begitu saja tanpa pernah benar-benar disepakati. Menariknya, pertanyaan-pertanyaan itu tidak selalu punya makna yang sama. Semuanya tergantung
Selengkapnya...Ramadan tahun 2026 telah usai. Selama satu bulan penuh kita menahan lapar dan dahaga, juga belajar menahan diri dari hal-hal yang biasanya terasa begitu dekat. Dan mulai esok hari, semuanya kembali seperti biasa—makan di siang hari, rutinitas berjalan lagi tanpa jeda yang sama. Namun ada satu hal yang selalu terasa
Selengkapnya...Dulu, waktu masih remaja, saya berpikir bahwa menikah adalah sesuatu yang sederhana. Cukup bertemu lawan jenis, saling suka, lalu akad dan pesta. Seolah-olah hidup setelah itu akan berjalan lurus, rapi, dan aman sesuai rencana yang kita bayangkan. Nyatanya, semakin dewasa, pemahaman itu pelan-pelan memudar. Bukan karena saya menjadi pesimis, melainkan
Selengkapnya...Berita duka tentang bencana di Sumatra bukan hanya meninggalkan luka bagi saya, tapi juga menyalakan kembali rasa kecewa yang selama ini berusaha saya redam terhadap para pemimpin negeri ini. Entahlah… sulit rasanya mencari alasan untuk tetap optimis ketika setiap hari beranda sosial media hanya dipenuhi kabar yang membuat hati semakin
Selengkapnya...Saya berada di Pulau Jawa ketika melihat berita tentang banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatra. Ada rasa sesak di dada saat melihat video dan foto-foto yang beredar: rumah-rumah tersapu arus, jalan-jalan berubah menjadi sungai, dan masyarakat berlarian menyelamatkan diri. Bencana kali ini bukan hanya besar, tetapi juga meninggalkan
Selengkapnya...


