#JournalKelana : Tempat Pulang bagi Setiap Langkah dan Cerita
Ada perjalanan yang kita rencanakan jauh-jauh hari. Ada juga perjalanan yang terjadi begitu saja. Tapi hampir semuanya meninggalkan satu kesamaan: cerita.
Sayangnya, tidak semua cerita sempat kita simpan. Sebagian hanya singgah di ingatan, lalu perlahan menghilang bersama waktu. Dan lebih dari enam bulan saya memikirkan hal tersebut bertanya dalam diri : Bagaimana cara paling jujur untuk mendokumentasikan perjalanan saya dalam melihat dunia?
Saya sadar, hobi travelling yang saya jalani selama ini bukan sekadar soal berpindah tempat, mengambil foto, lalu pulang membawa kenangan semata. Ada banyak potongan cerita yang sebenarnya ingin saya simpan dengan rapi, dengan penuh makna.
Dari situlah muncul keinginan untuk membuat satu kanal khusus di personal blog ini. Bukan untuk pamer perjalanan, apalagi sekadar mengejar estetika. Tujuannya satu: agar setiap langkah, setiap perjalanan, punya tempat untuk kembali. Supaya suatu hari nanti, ketika saya ingin mengingat sebuah fase kehidupan, saya tahu harus membuka ke mana. Maka lahirlah #JournalKelana sebuah pintu kecil yang menyimpan cerita besar.
Setelah dipikir-pikir dan direnungkan, hashtag ini terasa paling mewakili. Kelana bukan hanya tentang berjalan jauh, tapi tentang proses bertemu diri sendiri di tengah perjalanan. Kanal #JournalKelana ini saya niatkan sebagai catatan bukan catatan yang sempurna, tapi catatan yang jujur. Tentang apa yang saya lihat, apa yang saya rasakan, dan apa yang saya pelajari. Pelan-pelan, setiap perjalanan mulai saya abadikan dalam bentuk tulisan.
“Setiap langkah menyimpan cerita, dan setiap cerita layak diberi tempat untuk pulang.”
Saya percaya, setiap perjalanan selalu membawa cerita. Dan bagi saya, cerita adalah hal yang mahal. Ia tidak bisa dibeli, tidak bisa diulang dengan kondisi yang sama persis. Jika tidak dituliskan, cerita itu akan menguap.
Hari ini masih terasa jelas, besok mulai samar, dan entah kapan benar-benar hilang. Padahal, di dalam setiap cerita kehidupan, tersimpan pelajaran yang sering kali baru terasa nilainya setelah kita melewati waktu.
Cerita tidak selalu tentang bahagia, tawa, dan kesenangan. Ada perjalanan yang sunyi, melelahkan, bahkan membuat kita banyak diam. Tapi justru dari situlah makna sering muncul. Kita belajar menerima, memahami, dan melangkah dengan lebih bijaksana.
Mendokumentasikan cerita berarti memberi kesempatan pada diri sendiri untuk bertumbuh dengan bercermin pada pengalaman yang pernah dilewati.
Apalagi cerita tentang berwisata dan jalan-jalan. Bagi banyak orang, travelling adalah cara paling manusiawi untuk beristirahat. Menjauh sejenak dari hiruk-pikuk dunia, dari tuntutan hidup yang terus berisik. Pikiran yang semula keruh diberi ruang untuk tenang. Hati yang lelah diberi waktu untuk bernapas.
Di perjalanan, kita sering menemukan momen sederhana: tersenyum tanpa alasan, tertawa tanpa beban, atau terdiam sambil mengagumi betapa luar biasanya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Ada rasa kecil di hadapan alam, tapi sekaligus rasa syukur yang besar. Di titik itu, pikiran menjadi lebih jernih. Masalah-masalah kehidupan tidak selalu selesai, tapi setidaknya kita melihatnya dari sudut yang lebih lapang.
Dan mungkin, itulah esensi dari #JournalKelana. Bukan sekadar mencatat ke mana saya pergi, tapi mencatat bagaimana perjalanan itu membentuk cara saya memandang hidup. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa jauh kita melangkah, tapi apa yang kita pahami setelah sampai.
Jika suatu hari tulisan-tulisan ini dibaca kembali oleh saya sendiri atau oleh orang lain saya berharap ia bisa menjadi pengingat sederhana: bahwa setiap perjalanan, sekecil apa pun, selalu membawa cerita. Dan setiap cerita layak untuk disimpan, dirawat, dan dipelajari.
“Di balik perjalanan, selalu ada pelajaran yang Tuhan titipkan.”
Terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu membaca tulisan ini sampai tuntas. Lewat kanal #JournalKelana, saya akan terus berbagi kisah-kisah perjalanan—bukan sekadar tentang tempat yang saya datangi, tetapi tentang langkah-langkah kecil, perasaan yang hadir di sepanjang jalan, serta pelajaran yang Tuhan titipkan di balik setiap perjalanan. Sebagian cerita mungkin sederhana, sebagian lain mungkin lahir dari sunyi dan perenungan.
Semoga catatan-catatan ini kelak bisa menjadi pengingat, baik bagi saya maupun siapa pun yang membacanya, bahwa setiap perjalanan selalu membawa makna. Dan setiap cerita-cerita itu layak disimpan, dirawat, dan dipelajari, agar tidak menguap begitu saja bersama waktu.

