Malam ini saya berkesempatan menghadiri diskusi kebangsaan yang dipandu oleh Pdt. Agus Susanto, M. Sc., di Kedai Mucoffee. Tempat dimana saya ngopi sekligus bisa mendapatkan distribusi kognisi. Topik yang dibahas sangat seru, mendalam, dan cukup berat. Sayangnya, karena saya tiba agak terlambat, sekitar pukul setengah sembilan, saya hanya bisa menyerap
Selengkapnya...Selama hampir satu bulan belakangan, rasanya ada hilang dari diri saya: suara untuk menulis. Kepenulisan yang biasanya menjadi media saya bercerita dan berefleksi, tiba-tiba menyisakan keheningan. Ide-ide yang biasa mengalir justru terasa buntu, seakan enggan untuk dituangkan. Penyebabnya mungkin klasik: kesibukan kerja dan urusan bisnis yang menyita perhatian. Karena, kondisi
Selengkapnya...Malam minggu, sekitar pukul 21.00, saya memutuskan keluar rumah buat beli kopi. Sekalian cari angin dan ngobrol santai bareng teman-teman. Seperti biasa, warung kopi langganan jadi pilihan. Suasananya sederhana, nggak terlalu ramai, cocok buat ngobrol ringan setelah seminggu penuh aktivitas. Tapi malam itu agak beda. Begitu sampai, saya malah merasa
Selengkapnya...Pagi pukul 05.00, sehabis sholat subuh, saya duduk di meja belajar. Udara masih segar, dan sunyi pagi membuat suasana terasa damai. Saya membuka kembali buku yang kemarin belum tuntas saya baca, “Rich Dad Poor Dad”, sambil ditemani secangkir kopi hangat yang mengepulkan aroma yang khas. Halaman demi halaman saya telusuri,
Selengkapnya...“Satu-satunya cara untuk hidup adalah dengan menerima setiap menit sebagai keajaiban yang tidak dapat diulang.” – Tara Brach Pagi itu, saat saya sedang jogging, ada sebuah pemandangan unik dan cukup spesial yang membuat saya berhenti sejenak. Rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dan dari situlah inspirasi tulisan ini muncul. Saya
Selengkapnya...

