Mengeluarkan uang 10 ribu untuk secangkir kopi atau camilan terasa sangat mudah dan spontan. Namun, bayangkan jika uang yang sama kita gunakan untuk membeli buku, komik, atau ebook. Seringkali, kita justru berpikir berulang kali, bahkan akhirnya membatalkan niat tersebut. Saya sendiri pernah mengalaminya. Dulu, saya lebih memilih membeli makanan daripada
Selengkapnya...Malam ini, rasanya saya hanya ingin rebahan saja. Menatap langit-langit kamar, mendengarkan suara kipas yang berputar pelan, dan menikmati tarikan napas yang naik turun tanpa tergesa. Ada rasa lelah yang tidak hanya di tubuh, tapi juga di kepala. Energi seakan benar-benar terkuras habis setelah seharian berlari dalam ritme hidup yang
Selengkapnya...Pagi-ku ini ada yang berbeda. Sebuah pesan dari Mbak Elien masuk di grup TDA Madiun. Pesan sederhana, tapi cukup membuatku berhenti sejenak dari rutinitas. Saya diingatkan untuk melaporkan PR yang sudah ditugaskan seminggu lalu. PR itu berkaitan dengan KPI SDM dan Recruitment Customer Service. Jujur, bukan hal yang ringan, tapi
Selengkapnya...Malam itu, secangkir kopi hitam di Kedai Mucoffee menemani obrolan ngalur-ngidul saya dengan Gus Hayik. Di balik heningnya malam Minggu, percakapan kami mengalir dari hal-hal ringan hingga obrolan yang paling dalam. Dan dalam heningnya kota yang sudah tertidur, sebuah kesadaran mulai terendap dalam benak saya: tentang betapa pentingnya peran literasi
Selengkapnya...Jujur saja, membangun bisnis dan menjaga konsistensinya bukanlah hal yang mudah. Terlebih dengan kondisi ekonomi Indonesia yang penuh ketidakpastian, ditambah kebijakan pemerintah yang kerap dianggap tidak mendukung, bahkan seolah “membunuh” pelaku UMKM secara perlahan. Inilah salah satu problem yang bukan hanya saya alami, tetapi juga mungkin dirasakan oleh banyak pebisnis
Selengkapnya...

