“Barang siapa yang sanggup berlama-lama tidak tidur di malam hari, maka hatinya akan merasa bahagia di siang hari” – Kitab Ta’lim al-Muta’allim Bintang dan bulan sering kali menjadi simbol paling sederhana tentang keindahan malam. Ia hadir tanpa suara, tanpa sorot yang memaksa. Meski gelap dan hitam, malam tidak pernah benar-benar
Selengkapnya...Kalau kita mau berhenti sejenak dan benar-benar menyadari, sering kali kehidupan ini berjalan dalam kesendirian. Bukan karena kita tak punya siapa-siapa, tapi karena pada dasarnya setiap orang menjalani hidupnya sendiri. Kita memang punya keluarga, sahabat, atau pasangan hidup. Ada momen kebersamaan, tawa, dan cerita yang dibagi. Namun kebersamaan itu tak
Selengkapnya...Jujur saja, saya adalah seorang penakut. Terutama ketika harus berhadapan dengan risiko. Saya tumbuh sebagai seorang introvert, lebih nyaman diam, mengamati, dan memikirkan segalanya dalam kepala sebelum melangkah. Mungkin karena itulah, rasa takut sering datang tiba-tiba, tanpa permisi, lalu menetap lebih lama dari yang saya inginkan. Bertahun-tahun lamanya, saya menganggap
Selengkapnya...Ada satu alasan sederhana kenapa saya sering kembali ke Telaga Ngebel: senjanya. Momen ketika matahari perlahan tenggelam di balik perbukitan selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan. Langit berubah warna, angin terasa lebih sejuk, dan suasana mendadak hening. Magis, cantik, dan menenangkan. Telaga Ngebel terletak di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Ponorogo,
Selengkapnya...Pagi ini, setelah salat Subuh, saya terbiasa untuk membaca buku atau murojaah kitab yang pernah saya pelajari, dan hari ini saya membuka Tafsir Al-Qur’an Al-Ibriz, melanjutkan murojaah saya di hari sebelumnya. Hari ini ada satu ayat yang membuat saya benar-benar tertegun. Bukan hanya membacanya sekilas, tetapi benar-benar berhenti, merenung, dan
Selengkapnya...

