Kalau kita mau berhenti sejenak dan benar-benar menyadari, sering kali kehidupan ini berjalan dalam kesendirian. Bukan karena kita tak punya siapa-siapa, tapi karena pada dasarnya setiap orang menjalani hidupnya sendiri. Kita memang punya keluarga, sahabat, atau pasangan hidup. Ada momen kebersamaan, tawa, dan cerita yang dibagi. Namun kebersamaan itu tak
Selengkapnya...Jujur saja, saya adalah seorang penakut. Terutama ketika harus berhadapan dengan risiko. Saya tumbuh sebagai seorang introvert, lebih nyaman diam, mengamati, dan memikirkan segalanya dalam kepala sebelum melangkah. Mungkin karena itulah, rasa takut sering datang tiba-tiba, tanpa permisi, lalu menetap lebih lama dari yang saya inginkan. Bertahun-tahun lamanya, saya menganggap
Selengkapnya...Ada satu alasan sederhana kenapa saya sering kembali ke Telaga Ngebel: senjanya. Momen ketika matahari perlahan tenggelam di balik perbukitan selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan. Langit berubah warna, angin terasa lebih sejuk, dan suasana mendadak hening. Magis, cantik, dan menenangkan. Telaga Ngebel terletak di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Ponorogo,
Selengkapnya...Pagi ini, setelah salat Subuh, saya terbiasa untuk membaca buku atau murojaah kitab yang pernah saya pelajari, dan hari ini saya membuka Tafsir Al-Qur’an Al-Ibriz, melanjutkan murojaah saya di hari sebelumnya. Hari ini ada satu ayat yang membuat saya benar-benar tertegun. Bukan hanya membacanya sekilas, tetapi benar-benar berhenti, merenung, dan
Selengkapnya...Akhir-akhir ini saya lagi senang mengumpulkan perlengkapan naik gunung di keranjang belanja. Mulai dari tas carrier, jaket outdoor, sepatu, tenda, alat masak, dan lain-lain. Jujur saja, belakangan ini muncul keinginan kuat untuk mendaki gunung. Saya ingin merasakan pengalaman baru, belajar hal-hal baru, dan menikmati suasana alam yang berbeda. Makanya, daftar
Selengkapnya...

