web counters
Business, Self Improvement

Di Balik Pertumbuhan Bisnis, Ada Rasa Takut yang Tak Pernah Diceritakan

Journal CEO #13 : Setiap langkah maju selalu membawa gelisah

Ada hal yang jarang dipublikasikan oleh seorang CEO atau pemilik bisnis pada umumnya. Di balik pencapaian, foto-foto rapih di LinkedIn, atau testimoni klien yang memuji, ada sesuatu yang sering tersembunyi yaitu : rasa takut, keraguan, dan kebingungan.

Membangun bisnis itu tidak hanya soal strategi, angka, atau branding. Ada bagian mental yang tidak pernah terlihat—bagian yang harus berjuang sendirian. Setiap keputusan yang diambil untuk perusahaan selalu membawa beban tersendiri. Meski di luar terlihat tegas, profesional, dan siap memimpin, di dalam kepala ada suara kecil yang penuh kekhawatiran.

Baca juga : Kenapa Orang Memilih Jalan Berbisnis, Padahal Sulit?

Saya masih ingat momen ketika pertama kali memberanikan diri untuk merekrut karyawan. Rasanya seperti mengambil langkah yang jauh lebih besar daripada ukuran kaki saya saat itu. Rasa takutnya bukan main. Keraguannya bahkan dua kali lipat. Dan setiap malam, sebelum tidur, kepala saya penuh dengan pertanyaan:

  • Bagaimana cara menggaji setiap bulan?
  • Apa aku bisa amanah?
  • Apa aku pantas dan mampu menjadi pemimpin yang baik?
  • Bagaimana kalau suatu hari aku gagal bayar gaji?
  • Bagaimana kalau dia nggak betah atau hasil kerjanya tidak sesuai harapan?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar tanpa henti. Rasanya seperti melangkah dalam kabut—ingin maju, tapi tidak benar-benar tahu apa yang ada di depan. Dan jujur, sebagian dari pertanyaan itu tidak bisa saya jawab saat itu juga.

Saya hanya bisa berharap keputusan yang saya ambil adalah keputusan yang benar.

Tapi ada satu hal yang saya tahu pasti: saya ingin bertumbuh.

Saya ingin perusahaan ini tidak hanya hidup, tapi berkembang. Dan untuk tumbuh, saya harus melepaskan ego “bisa semuanya sendiri” dan mulai mempercayai orang lain.

Ada sebuah pepatah yang membuat saya bergerak

Kalau mau lari cepat, berlarilah sendiri. Tapi kalau mau besar, carilah orang yang tepat.

Itu pepatah yang memaksa saya keluar dari zona nyaman. Karena kalau dipikir-pikir, masa iya 5–10 tahun ke depan saya masih mengerjakan semuanya sendirian? Masih ngatur klien, ngedesain, ngiklan, nge-handle revisi, sampai ngecek laporan keuangan sendiri? Itu bukan impian saya, dan bukan arah yang sehat untuk perusahaan.

Akhirnya, saya memberanikan diri merekrut karyawan pertama. Dan setelah itu, perjalanan ternyata makin menarik. Ada masa-masa adaptasi, masa-masa bingung ngatur sistem kerja, masa-masa harus memperbaiki kesalahan, sampai masa-masa ketika saya mulai sadar: “Oh, ternyata beginilah rasanya benar-benar membangun perusahaan.

Bukan sekadar punya nama dan klien. Tapi benar-benar membangun pondasi: sistem, tim, budaya kerja, dan arah perusahaan.

Dan jujur, membangun perusahaan itu bukan hal yang hanya “sekali jadi”.
Kadang naik, kadang turun.
Kadang penuh semangat, kadang ingin berhenti.
Kadang optimis, kadang overthinking.

Tapi dari semua itu, ada satu hal yang selalu saya rasakan: saya sedang di zona bertumbuh.

Setiap tantangan yang datang membawa pelajaran baru.

Setiap keputusan yang sulit membuat mental menjadi lebih kuat. Dan setiap rasa takut yang saya hadapi ternyata membuka pintu ke level yang lebih tinggi.

Sampai sekarang, rasa takut, keraguan, dan kebingungan masih sering muncul dalam perjalanan saya. Ternyata, perasaan itu tidak hilang begitu saja meski pengalaman sudah bertambah, klien makin banyak, atau tim mulai terbentuk. Rasa itu tetap ada—diam-diam menyelinap setiap kali saya mengambil keputusan penting, membuka peluang baru, atau melangkah ke area yang belum pernah saya injak sebelumnya.

Dan akhirnya saya paham: rasa takut itu bukan tanda saya lemah, tapi tanda saya sedang bertumbuh.

Perasaan tidak nyaman itu muncul bukan karena saya salah arah, tapi karena saya keluar dari zona nyaman yang selama ini membatasi langkah saya.

Kini, setiap kali rasa ragu itu datang, saya mencoba melihatnya dari sisi lain. Mungkin inilah momen di mana diri saya sedang naik level.

Mungkin inilah fase di mana saya sedang belajar hal-hal baru yang akan memperkuat fondasi perusahaan ke depan. Karena kalau saya selalu merasa aman, mungkin itu tandanya saya tidak bergerak kemana-mana.

Perjalanan masih sangat panjang. Saya masih belajar menjadi pengusaha yang baik dan memberi dampak. Belajar mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan, tapi juga bijaksana.

Belajar mempercayai tim dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang. Belajar membangun sistem yang rapi agar perusahaan tidak hanya berjalan, tapi berdiri kokoh.

Dan di tengah semua proses itu, ada satu hal yang membuat langkah saya terasa lebih ringan: Saya tidak lagi berjalan sendirian.

Ada tim yang siap membantu, ada orang-orang yang percaya, dan ada perjalanan yang kini tidak lagi harus saya pikul sendirian.

Di dunia bisnis, itu bukan hanya kemajuan. Itu adalah langkah besar menuju mimpi yang lebih besar.

Dan dari semua perjalanan ini, akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan yang sederhana tapi penting: Pertumbuhan selalu dimulai dari keputusan yang membuat kita takut.

Tanpa keputusan pertama itu—mengambil risiko, merekrut orang, menerima tanggung jawab, dan membuka diri untuk gagal—saya tidak akan pernah tahu sejauh apa saya bisa melangkah.

Saya tidak akan pernah tahu bahwa ternyata saya bisa berjalan sejauh ini, mampu bertahan, dan mampu mengambil keputusan-keputusan sulit yang dulu terasa mustahil.

Hari ini, saya belajar bahwa membangun perusahaan bukan hanya tentang mengejar omzet atau memperbanyak klien. Tapi tentang membangun diri sendiri menjadi seseorang yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga.

Saya juga belajar bahwa tidak apa-apa untuk merasa takut.
Tidak apa-apa untuk ragu.
Tidak apa-apa untuk tidak punya semua jawaban.

Karena pada akhirnya, yang terpenting adalah tetap berjalan, meski langkahnya kecil. Tetap bertumbuh, meski perlahan. Dan tetap percaya, meski kadang dunia terlihat gelap.

Saya mungkin belum menjadi pemimpin terbaik.
Perusahaan ini mungkin belum menjadi yang terbesar.
Tapi satu hal yang pasti: saya akan terus bergerak dan belajar.

Baca juga : Menjadi Pengusaha Itu Soal Mindset, Bukan Hanya Modal Besar!

Inilah catatan perjalanan saya membangun perusahaan di JournalCEO ke #14. Semoga ada hal yang bisa temen-temen ambil, meskipun tulisan ini seperti saya curhat dan melepaskan keresahan yang ada di benak pikiran. Terima kasih sudah membaca sampai habis, sukses untuk Anda semua. Dan see you on the top…

0Shares