Menikmati hembusan angin segar di pagi hari, merasakan gemerisik daun-daun yang diterpa langkah kita, dan mendengar kicauan burung yang bersahut-sahutan—sepertinya hal-hal sederhana ini telah menjadi kemewahan di zaman kita. Ritme kehidupan yang serba cepat seolah mencuri pagi, menggantinya dengan desakan untuk segera bersiap mengejar waktu. Bahkan untuk sejenak menikmati hangatnya
Selengkapnya...Malam minggu ini terasa berbeda. Guru bahasa Inggris saya tiba-tiba mengajak saya dan Mbak Susi untuk bertemu dan ngopi bersama. Mungkin, di balik ajakan mendadaknya itu, terselip rasa rindu terhadap murid-murid lamanya — termasuk saya, yang dulu dikenal cukup “bandel” di kelas. Sudah tiga bulan berlalu sejak kami terakhir mengikuti
Selengkapnya...Hari itu, saya lagi beristirahat di pinggir kolam renang. Tiba-tiba, datang seorang bapak-bapak bertubuh kekar, dengan tato di lengan kanannya. Jujur, kesan pertama saya agak negatif. Dalam hati muncul pikiran aneh: “Jangan-jangan ini preman.” Maklum, tampangnya cukup sangar. Kita sering menilai dari penampilan dulu, kan? Tapi dugaan saya langsung buyar
Selengkapnya...Waktu saya camping di Waduk Pondok, Ngawi, ada satu hal yang diam-diam jadi bahan perenunganku. Saat malam mulai turun dan udara semakin dingin, saya memperhatikan teman-teman di sekitar tenda. Masing-masing mengekspresikan kegembiraan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang langsung bersemangat memancing di tepi waduk, berharap bisa membawa pulang hasil tangkapan.
Selengkapnya...Ngawi terkenal dengan “Kartonyono Medot Janji”, ternyata punya destinasi wisata yang jarang terekspose oleh publik yaitu Waduk Pondok. Dan kali ini saya di ajak sama Gus Farid dan Faliaanfa , untuk mengexplore sekalian mengangkat potensi wisata di Waduk Pondok, Ngawi. Nah, gimana keseruan cerita kami? Lanjut baca di bawah ya.
Selengkapnya...

